SEMINAR PARENTING PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK, PENDIDIKAN KARAKTER DAN KARAKTER NOMOR SATU MELALUI ORANG TUA HEBAT.

Sekolah Dasar Negeri Mulyasari Desa Padasari Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang, tepatnya dikaki bukit gunung tampomas yang mempunya keindahan alam yang sangat alami serta asri akan lingkungan terhadap polusi serta kebisingan. maka menjadi sebuah kebanggan besar bagi para pelajar tingkat Sekolah Dasar karena merupakan satu-satunya Sekolah Dasar (SD) yang berada di Desa Padasari. Dalam bidang pendidikan serta penumbuhan Pendidikan Karakter, Allhamdullah beberapa hari kebelakang tepatnya tanggal 30 Mei 2018 Sekolah Dasar Negeri Mulyasari menjadi sebuah kebanggaan menjadi tuan rumah dimana telah diadakan seminar “PARENTING PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK, PENDIDIKAN KARAKTER DAN KARAKTER NOMOR SATU MELALUI ORANG TUA HEBAT” yang dilaksanakan oleh mahasiswa/mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang dengan pemateri Dr. Ani Nur Aeni, M.Pd sebagai dosen mata kuliah Pendidikan Karakter.
Pembicaraan mengenai anak adalah bahasan yang tak pernah habis dan bosan, selain anak merupakan pokok bahasan yang menarik juga luas jangkauan bahasannya. Terutama jika berbicara tentang karakter anak. Baik dan buruknya perilaku anak sangat tergantung dari pendidikan yang diberikan oleh orang tua di rumah dan pendidikan yang didapatnya di sekolah. Orang tua dan guru sangat memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak. pembentukan karakter ini harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan, melali proses penanaman nilai-nilai karakter kepada anak. nilai-nilai yang harus ditanamkan kepada anak tentunya adalah nilai nilai yang baik. Karena penanaman nilai itu harus dilakukan secara pembiasaan. Proses pembiasaan ini pada hakekatnya adalah membiasakan sesuatu yang baik, bukan membiasakan sesuatu yang buruk (Tafsir, 2005).
Maksud dan tujuan seminar Penanaman nilai karakter ini agar orang tua dan guru dapat menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Untuk bisa sampai kepada tujuan tersebut maka harus dapat memahami kedudukan anak terlebih dahulu, sebagai sebuah paradigma berfikir orang tua dan guru tentang anak, lalu memahami peran dan makna orang tua dan guru di rumah dan di sekolah, kemudian mengetahui jenis-jenis nilai yang harus ditanamkan pada anak dan memahami cara menanamkan nilai tersebut.
Para audiensi sangat berantusias sekali dengan adanya seminar ini seperti dari unsur peran orang tua murid, unsur Pemerintah Desa Padasari tidak lupa pula para Guru dari Sekolah Dasar Negeri mulyasari. Kepala Sekolah Dasar Negeri Mulyasari, (Apong Jubaedah, S.Ag) mengatakan dalam sambutannya selain guru peran orang tua sangat penting untuk membantu menanamkan nilai-nilai karakter anak karena guru dan lingkungnan sekolah hanyalah sebagai lembaga yang membantu untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.

PERAN DAN MAKNA GURU DI SEKOLAH BAGI ANAK

Hasil dari pola asuh di rumah akan terlihat ketika anak telah terjun ke dunia yang baru, yaitu lingkungan sekolah. Di sekolah terdapat banyak anak dengan perilaku yang berbeda beda. Guru merupakan pegganti orang tua di sekolah. Tugas guru hanyalah membantu orang tua untuk membimbing dan mengembangkan potensi anak agar lebih baik dan terarah. Guru dan lingkungnan sekolah hanyalah sebagai lembaga yang membantu untuk menanakan nilai-nilai karakter anak, karena waktu anak lebih banyak ada di rumah daripada di sekolah. Jadi tugas guru hanyalah membantu orang tua dalam mendidik anak, oleh karena itu perlu kerja sama yang baik antara orang tua dan guru demi anak.
Namun walaupun tugas guru sifatnya hanya membantu orang tua, harus disadari sepenuhnya oleh para guru bahwa guru itu adalah pendidik professional, karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua. Para orang tua tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah, sekaligus berarti pelimpahan sebagian tanggungjawab pendidikan anaknya kepada guru. Hal itupun menunjukkan pula bahwa orang tua tidak akan mungkin menyerahkan anaknya kepada sembarang guru/sekolah karena tidak sembarang orang dapat menjabat guru, hanya orang yang dibenarkan menurut undang-undang yang dapat menjabat menjadi guru disertai dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh guru. Menurut Darajat (2014) dalam ilmu pendidikan Islam secara umum untuk menjadi seorang guru yang baikdan diperkirakan dapat memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya hendaknya memenuhi syarat:

1) bertaqwa kepada Allah,

2) berilmu,

3) sehat jasmani,

4) baik akhlaknya, yang meliputi: mencintai jabatannya sebagai guru, bersikap adil terhadap semua muridnya, berlaku sabar dan tenang, berwibawa, gembira, bersifat manusiawi, mampu bekerja sama dengan guru lain, mampu bekerja sama dengan masyarakat,

5) bertanggung jawab,

6) berjiwa nasional.

Dalam pelaksanaan kegiatan seminar ini mudah-mudahan banyak manfaatnya bagi seluruh peserta/audien yang hadir serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari pada anak. Tidak lupa pula penulis ucapan terima kasih kepada mahasiswa/mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang sebagai pelaksana kegiatan Seminar Parenting Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negeri Mulyasari Desa Padasari Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

 

Dokumentasi Kegiatan Seminar

 

 

Penyerahan Sertifikat
Kepada Dr. Ani Nur Aeni, M.Pd (Nara Sumber/Pemateri seminar parenting pendidikan karakter)

 

Penyerahan sertifikat
Kepada Apong Juabedah, S.Ag (Kepala Sekolah Dasar Negeri Mulyasari)

 

 

Penulis          : yogi suhendi

Email            : yogi_suhendi@yahoo.com

Facebook      : yogi suhendi

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan