SOSIALISASI BUDIDAYA DAN PASCA PANEN KOPI

Potensi yang terdapat di Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang ini salah satunya adalah kopi. Kopi merupakan salah satu komoditas yang saat ini menjanjikan. Namun para petani kopi di desa ini belum dapat memanfaatkannya secara maksimal. Mereka kurang pengetahuan terkait cara budidaya kopi, pengolahan pasca panen, dan juga pemasarannya. Para petani juga belum percaya kepada BUMDES untuk mengolah hasil kopi mereka. Kebanyakan petani di desa ini membudidayakan, mengolah serta memasarkan kopi dengan cara mereka masing-masing yang kurang tepat.

Desa Padasari sendiri memiliki keinginan untuk mengolah dan memasarkan kopi secara terpusat di desa sehingga desa tersebut dapat mengelola kopi secara mandiri . Mahasiswa KKN-T IPB yang bertugas mengindentifikasi masalah dan potensi desa ikut membantu desa dengan cara turut serta membuat acara sosialisasi budidaya dan pasca panen kopi. Sosialisasi budidaya dan pascapanen kopi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai cara budidaya dan pengolahan pasca panen kopi yang benar kepada para petani kopi. Selain itu sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada petani bahwa kopi merupakan komoditas yang menguntungkan perekonomian mereka maupun untuk desa.

 

Sosialisasi dilakukan di Wana Wisata Curug Cipadayungan. Acara ini dihadiri oleh bapak kepala desa sementara yaitu bapak Endang Atang Bersama dengan jajaran perangkat desa lainnya, kemudian ada dua orang ahli kopi sebagai pembicara dan juga beberapa petani kopi. Acara ini dilaksanakan dengan semi formal yang dibuka oleh coordinator desa KKN-T IPB. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak kepala desa Bersama jajarannya. Selanjutkan pembicara mulai memberikan informasi terkait kopi dan diadakan sesi tanya jawab untuk petani yang hadir. Acara berlangsung pada pukul tiga sore selama kurang lebih dua jam. Acara dihadiri oleh sedikit petani. Para petani di desa ini memang kurang antusias dan kurang tertarik untuk menghadiri acara  sosialisasi tersebut. Terhitung dari jumlah petani yang hadir dalam acara tersebut. Hal tersebut juga telah disampaikan oleh bapak mantan kepala desa yaitu bapak Kosasih bahwa petani di desa ini sulit diajak untuk sosialisasi. Mahasiswa KKN-T IPB telah berusaha untuk mengajak para petani untuk hadir dan mengirimkan undangan khusus. Namun terlepas dari pada itu, acara sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan foto bersama.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan